Oleh : Windi Puspadewi (GGM 19.246)
Alunan music reggae terdengar, tatkala beberapa orang mahasiswa sedang berlatih panjat dinding, sebagian lagi turun naik pohon dengan menggunakan tali serta beberapa perlengkapannya dan tidak sedikit pula yang bergerombol di depan sekretariat, sebuah ruangan kecil yang mungkin akan dipandang kumuh bagi banyak orang. Keadaan ini hampir tiap hari terjadi kecuali ketika sudah mulai masuk hari Jumat sampai Minggu, sekret yang setiap sore selalu ramai mendadak jadi sepi tanpa penghuni. Katanya ada yang masuk gua, ada yang naik ke gunung, ada yang sedang manjat tebing, ada yang pergi ke hutan untuk liat-liat burung, ada juga yang ngarung di sungai.
Sedikit tulisan di atas bagi orang yang membacanya pasti akan menjawab sekumpulan orang mahasiswa itu adalah kelompok pencinta alam atau yang lebih lazim terdengar dengan sebutan MAPALA. Tulisan di atas merupakan gambaran kecil tentang kehidupan MAPALA yang mulai tumbuh menjamur di lingkungan perguruan tinggi.